Senin, 03 November 2008

Sejarah Perkembangan Internet di Indonesia

Internet dideskripsikan sebagai sebuah jaringan dari jaringan-jaringan, yang menggabungkan komputer pemerintah, universitas dan pribadi bersama-sama dan menyediakan infrastruktur untuk penggunaan e-mail, bulletin, penerimaan file, dokumen hypertext, basis data hingga sumber-sumber komputer lainnya. Menurut William F. Slater III, internet didefinisikan sebagai ‘The vast collection of computer networks which form and act as a single huge network for transport of data and messages across distances which can be anywhere from the same office to anywhere in the world’. Melalui jalur elektronik inilah kita dapat bertukar informasi dengan semua tempat yang ada di dunia. Perkembangan internet dimulai pada tahun 1968 dengan adanya proyek pemerintah Amerika Serikat, the Advanced Research Project Agency Network (ARPANET) yang diciptakan oleh DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) dan BBN (Bolt, Beranek & Newman). Eksperimen yang berhubungan dengan desenstralisasi jaringan komputer yang ada dalam proyek ARPANET inilah yang secara langsung berpengaruh pada struktur internet. Internet yang dapat menyajikan informasi tanpa batas ini telah berkembang di Amerika Serikat sejak tahun 1970.Di Indonesia sendiri, internet merupakan media komunikasi yang mulai populer di akhir tahun 1990. Perkembangan jaringan internet di Indonesia dimulai pada pertengahan era 1990, namun sejarah perkembangannya dapat diikuti sejak era 1980-an. Pada awal perkembangannya, kehadiran jaringan internet diprakarsai oleh kelompok akademis/mahasiswa dan ilmuwan yang memiliki hobi dalam kegiatan-kegiatan seputar teknologi komputer dan radio. Para akademis dan ilmuwan tersebut memulai berbagai peercobaan di universitas dan lembaga pemerintah dengan melakukan penelitian yang berhubungan dengan teknologi telekomunikasi, khususnya komputer beserta jaringannya. Karenanya, internet hadir sebagai bagian dari proses pendidikan di universitas dan berfungsi memudahkan pertukaran data dan informasi, yang hadir tidak hanya dalam lingkungan kampus/lembaganya saja, melainkan antar kampus dan antar negara. Pada tahun 1988, pengguna awal Internet di Indonesia memanfaatkan CIX (Inggris) untuk mengakses internet. CIX menawarkan jasa e-mail dan newsgroup hingga menawarkan jasa akses HTTP. Saat itu, pengguna Internet memakai modem 1200 bps dan saluran telepon internasional yang sangat mahal untuk mengakses Internet. Di tahun 1989, Compuserve (AS) hadir dan menawarkan jasa yang sama. Beberapa pengguna Compuserve memakai modem yang dihubungkan dengan Gateway Infonet yang terletak di Jakarta. Saat itu, biaya akses internet dengan Compuserve terbilang mahal, walaupun jauh lebih murah dari CIX.Kehadiran jaringan internet di Indonesia sendiri diawali perkembangan kegiatan amatir radio dengan berdirinya Amatir Radio Club (ARC) ITB pada tahun 1986. Menggunakan pesawat Transceiver HF SSB Kenwood TS430 dan komputer Apple II, belasan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) seperti Harya Sudirapratama, J. Tjandra Pramudito, Suryono Adisoemarta dan Onno W. Purbo dibantu oleh Robby Soebiakto, pakar diantara para amatir radio, berhasil mengkaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS) -merupakan jaringan e-mail store and forward- yang berhubungan dengan server BBS amatir radio lainnya di seluruh dunia agar e-mail dapat berjalan dengan lancar. Robby Soebiakto meyakini bahwa masa depan teknologi jaringan komputer akan berbasis pada protokol TCP/IP. Karenanya, Ia membuat teknologi radio paket TCP/IP yang diadopsi oleh para rekannya di BPPT, LAPAN, UI, & ITB dan yang menjadi cikal bakal berdirinya jaringan internet yang bernama PaguyubanNet.Selain Robby Soebiakto, hadir pula Rahmat M. Samik-Ibrahim yang membangun jaringan Internet di Universitas Indonesia (UI). Muhammad Ihsan yang membangun jaringan komputer menggunakan teknologi radio paket band 70cm & 2m yang dikenal sebagai JASIPAKTA. Selain itu, ada juga Suryono Adisoemarta, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto hingga Onno W. Purbo yang juga memiliki peran penting pada awal pembangunan Internet di Indonesia sejak tahun 1992 hingga 1994.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.
Sejarah komunikasiPada awal kehidupan di dunia, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan. [1].Pada binatang, selain untuk seks, komunikasijuga dilakukan untuk menunjukkan keunggulan, biasanya dengan sikap menyerang. Munurut sejarah evolusi sekitar 250 juta tahun yang lalu munculnya "otak reptil" menjadi penting karena otak memungkinkan reaksi-reaksi fisiologis terhadap kejadian di dunia luar yang kita kenal sebagai emosi. Pada manusia modern, otak reptil ini masih terdapat pada sistem limbik otak manusia, dan hanya dilapisi oleh otak lain "tingkat tinggi".Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif, bertujuan, atau tak bertujuan.Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.Walaupun komunikasi sudah dipelajari sejak lama dan termasuk “barang antik”, topik ini menjadi penting khususnya pada abad 20 karena pertumbuhan komunikasi digambarkan sebagai “penemuan yang revolusioner”, hal ini dikarenakan peningkatan teknologi komunikasi yang pesat seperti radio. Televisi, telepon, satelit dan jaringan komuter seiring dengan industiralisasi bidang usaha yang besar dan politik yang mendunia. Komunikasi dalam tingkat akademi mungkin telah memiliki departemen sendiri dimana komunikasi dibagi-bagi menjadi komunikasi masa, komunikasi bagi pembawa acara, humas dan lainnya, namun subyeknya akan tetap. Pekerjaan dalam komunikasi mencerminkan keberagaman komunikasi itu sendiri. Mencari teori komunikasi yang terbaik pun tidak akan berguna karena komunikasi adalah kegiatan yang lebih dari satu aktifitas. Masing-masing teori dipandang dari proses dan sudut pandang yang berbeda dimana secara terpisah mereka mengacu dari sudut pandang mereka sendiri.

Komponen komunikasi
Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lainUmpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.Proses komunikasiSecara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut.Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri.Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.

Teknologi komunikasi
Dalam telekomunikasi, komunikasi radio dua-arah melewati Atlantik pertama terjadi pada 25 Juli 1920.Dengan berkembangnya teknologi, protokol komunikasi juga turut berkembang, contohnya, Thomas Edison telah menemukan bahwa "halo" merupakan kata sambutan yang paling tidak berambiguasi melalui suara dari kejauhan; kata sambutan lain seperti hail dapat mudah hilang atau terganggu dalam transmisi.
Batasan dalam komunikasi
Batasan dalam komunikasi termasuk:BahasaPenundaan waktuPolitik
Kurir Informasi Berbekal CahayaRudi Setiadi

Kurir Informasi Berbekal Cahaya

SERAT optik adalah sebagian kecil dari perjalanan sejarah penemuan manusia yang seolah tanpa batas. Ketika Thomas A. Edison menemukan lampu pijar, ia dikatakan telah berhasil "menangkap petir". Kini manusia tak cuma berhasil menangkap, tapi mengendalikan cahaya. Ini hanya mungkin terlaksana dengan serat optik. Sebagai kunci lalu lintas informasi, tak salah bila dikatakan, inilah kunci kekuasaan masa depan.Sejak dahulu cahaya sudah digunakan orang untuk berkomunikasi, entah dengan obor, api unggun atau dengan pantulan cahaya matahari di cermin. Bahkan sampai sekarang pun komunikasi antara dua kapal di tengah lautan masih ada yang menggunakan bahasa isyarat Morse dengan lampu. Ketika informasi makin menjadi kekuatan, cahaya pun makin ambil peranan.Gagasan menyalurkan cahaya lewat gelas sebenarnya sudah dikenal sejak zaman Yunani kuno. Berdasarkan pengamatan selama berabad-abad, para fisikawan Jerman mengawali eksperimen transmisi cahaya mealalui bahan gelas yang bernama serat optik sekira tahun 1930-an.Pada tahun 1958, giliran orang Inggris yang mengusulkan prototipe serat optik yang sampai sekarang dipakai, yaitu gelas inti dibungkus bahan gelas lain. Kemudian orang Jepang juga ikut mengukir prestasi. Pada awal tahun 1960-an, mereka berhasil membuat sejenis serat optik untuk mentransmisikan gambar, walaupun baru sejauh 1 m!Kemudian ada yang coba-coba mentransmisikan cahaya dengan rangkian lensa sebagai pemandu cahaya, lalu rangkaian cermin, kemudian gas, sebelum tiba pada sistem pemandu gelombang serat optik yang sekarang.Sementara itu, di jalur lain para ilmuwan juga mengembangkan cahaya yang bisa "dikendalikan" arahnya, seraya membuat pembangkit dan penerima cahaya (detektor). Para ilmuwan memikirkan pula pengiriman sinyal cahaya sebagai alternatif. Tapi bagaimana mungkin? Terlalu banyak yang hilang di jalan karena diserap atmosfer. Belum lagi pancaran cahaya itu bersifat menyebar, sehingga pengiriman sinyal cahaya ke tujuan tertentu menjadi sulit.Sekitar tahun 1959, orang menemukan laser dan terjadilah terobosan besar. Gelombang yang sudah masuk dalam spektrum cahaya ini berfrekuensi sangat tinggi. Laser beroperasi pada daerah frekuensi tampak, sekira 1014-15 Hertz atau ratusan ribu kali frekuensi gelombang mikro, apalagi jika dibandingkan dengan frekuensi radio. Ia juga memungkinkan daerah frekuensi kerja yang luas.Pada awalnya peralatan penghasil sinar laser masih serba besar dan merepotkan. Selain tidak efisien, ia baru dapat berfungsi pada suhu sangat rendah. Laser juga belum terpancar lurus. Pada kondisi cahaya sangat cerah pun, pancarannya gampang meliuk-liuk mengikuti kepadatan atmosfer. Waktu itu, sebuah pancaran laser dalam jarak 1 km, bisa tiba di tujuan akhir pada banyak titik dengan simpangan jarak hingga hitungan meter.Berkat laserSekitar tahun 60-an ditemukan serat optik yang kemurniannya sangat tinggi, kurang dari 1 bagian dalam sejuta. Dalam bahasa sehari-hari artinya serat yang sangat bening dan tidak menghantar listrik ini sedemikian murninya, sehingga konon, seandainya air laut itu semurni serat optik, dengan pencahayaan cukup kita dapat menonton lalu-lalangnya penghuni dasar Samudera Pasifik.Seperti halnya laser, serat optik pun harus melalui tahap-tahap pengembangan awal. Sebagaimana medium transmisi cahaya, ia sangat tidak efisien. Hingga tahun 1968 atau berselang dua tahun setelah serat optik pertama kali diramalkan akan menjadi pemandu cahaya, tingkat atenuasi (kehilangan)-nya masih 20 dB/km. Melalui pengembangan dalam teknologi material, serat optik mengalami pemurnian, dehidran dan lain-lain. Secara perlahan tapi pasti atenuasinya mencapai tingkat di bawah 1 dB/km.Tahun 80-an, bendera lomba industri serat optik benar-benar sudah berkibar. Nama-nama besar di dunia pengembangan serat optik bermunculan. Charles K. Kao diakui dunia sebagai salah seorang perintis utama. Dari Jepang muncul Yasuharu Suematsu. Raksasa-raksasa elektronik macam ITT atau STL jelas punya banyak sekali peranan dalam mendalami riset-riset serat optik.Sebenarnya bagaimanakah konsep pentransmisian informasi itu? Secara sederhana sinyal informasi apa pun mengalami proses kira-kira seperti misalnya suara pembicaraan di telefon, diubah dulu menjadi sinyal listrik. Gelombang sinyal ini kemudian diolah agar bisa diboncengkan pada gelombang pembawa. Proses memboncengkannya dinamakan proses modulasi. Setelah itu gelombang sinyal baru ditransmisikan, atau dikirim. Maka "berangkatlah" gelombang pembawa alias kurir yang diboncengi gelombang sinyal tadi.Pada teknologi serat optik gelombang pembawanya berupa laser, sedangkan "jalan" bagi si gelombang pembawa ngebut sambil menggendong gelombang sinyal tadi adalah jaringan kabel serat optik. Di tempat tujuan, terjadi proses sebaliknya. Pertama-tama, proses demodulasi. Gelombang sinyal "diturunkan" dari boncengannya, dipisahkan dari gelombang pembawa, lalu dikembalikan lagi ke bentuk semula. Sinyal suara menjadi suara. Sinyal gambar menjadi gambar.Di tengah perjalanan, biasanya dipasang repeater. Di sini gelombang sinyal itu dibersihkan, dipulihkan mutunya supaya sama dengan mutu sinyal asli, lalu diberangkatkan lagi.Keunggulan paling utama tentu pada kapasitas. Dengan laser sebagai gelombang pembawa dan serat optik sebagai pemandunya, gelombang sinyal yang bisa dikirim bisa sampai ratusan ribu kali, dibandingkan dengan teknologi konvensional yang menggunakan gelombang berfrekuensi rendah melalui kawat tembaga (bisa kawat koaksial, bisa jenis kawat telepon yang ada di rumah).Bila dengan teknologi kawat tembaga tiap 1-2 km sudah harus dibangun repeater, sistem serat optik bisa bertahan tanpa repeater hingga jarak 100 -200 km. Dibandingkan dengan kawat tembaga, dimensi serat optik sangat mungil. Kalau kawat tembaga bisa berdiameter sampai 0,5 cm, serat optik lebih kecil dari rambut. Satu serat optik berdiameter 10 ? ( (1 ? = sepersejuta m). Jika dihitung berikut cladding (pelindung), paling-paling garis tengahnya 100-250 ?m.Setiap serat optik terdiri atas 1 pair, yaitu satu jalur penerima dan jalur pengirim. Secara teoritis, serat optik sebesar kawat tembaga bisa memuat ratusan, bahkan ribuan kawat serat optik. Namun karena dari segi kapasitas sudah lebih dari cukup, yang diproduksi sampai sekarang cukup berisi puluhan pair saja.Menurut fisikawan Prof.Dr.Ir. Tjia May On, kalau kapasitas kawat koaksial dapat mencapai sekira 40 MegaHertz (106 Hz), maka kapasitas serat optik mencapai hitungan Giga Hertz (1012 Hz).Dengan berat jenis kecil, instalasi serat optik jauh lebih ringan dibandingkan dengan instalasi kawat tembaga. Itu sebabnya teknologi ini disambut industri transportasi, di mana bobot mempunyai nilai ekonomis tinggi. Instalasi perkabelan sebuah pesawat terbang atau kapal selam bisa mencapai berton-ton. Dengan sistem serat optik, pengiritan bobot mati sampai sebanyak itu senilai dengan jutaan dolar AS.Karena informasi digendong cahaya dan dipandu bahan yang bersifat isolator, komunikasi lewat sistem serat optik tidak mudah disadap. Ia kebal terhadap gangguan elektromagnetik. Kalau disandingkan dengan telefon berarti tak ada masalah crosstalk (pembicaraan ganda). Untuk kalangan bisnis, apalagi dunia militer dan keamanan, hal tersebut menjadi keunggulan utama.(Berbagai sumber/Rudi Setiadi)***Sumber : Elektronika